BUDIONO tidak terberangkap CONFLIC " IN TEREST atau OUT TEREST "
Krena Budiono tidak mengandung bibit KONFLIKINTERST ataupun OUT EREST maka berkonwensi pada posisi SBY yang akan lebih MUDAH dan bukan " MUDAH-MUDAHAN " menurunkan KETEGANGAN POLITIK dengan Rakyat (namun MUDAH-MUDAHAN dengan Parpol Blok pengusung SBY). Yang menjadi penting apakah SBY akan menempatan kepentingan PARPOL pada SKALA TERTINGGI dari strategi kepemimpinannya kedepan ,maka akan sangat amat jelas dapat kita pantau/nilai/analisa dari strategi penentuan CAWAPRESnya. KOnsekwensi memililih calon wapres dari salah satu partai pengusung (dalam blok SBY) tentunya secara jujur disisi lainnya akan mementahkan dan bahkan lebih jauh akan mementalkan harapan/cita-cita partai sahabt itu. Karena jujur pula kita harus katakan kalau PARPOL sahabat ini juga tetap memendam harapan dan cita-cita JANGKA panjang (mungkin juga jangka pendek/siapa tahu) terkait pentingnya posisi Cawapres bila Presiden berhalangan tetap atau bahkan "mangkat". dikemudian hari.
Jika SBY akhirnya kalah terhadap tekanan politis dari parpol sahabat ini maka dapat di prediksi ,SBY seang?telah MENYEMAI BIBIT KONFLIK di masa datang. Betapa tidak ,kita tahu kalau benar kalau Parttai Demokrat yang baru bertunas ini ,sendi-sendinya masih terlalu lunak bagi Parpol lainnya yang telah banyak makan asam garam. Kesan Sentralistik baik itu Strategy,taktis dan teknis operasional partai Demokrat masih manjadi wewenang dominan SBY. Kaderisasi di tubuh partai ABG (Anak Baru Gede ini) masih belum teruji dan begitu loyalitas pribadi para punggawa partai demokrat terhadap SBY sungguh maasih terlalu pagi untuk kita katakan "setia 100%). Dalamnya sungai bisa di ukur tatpi dalamnya hati siapa tahu??. SBY juga harus sadar kalau Partai demokrat didesain untuk dapat bertahan jauh dari usi SBY sendiri. Bila ini yang menjadi titik penting maka strategy memilih orang Independen seperti BUDIONO adalah jalan tengah.Karena sungguh tidak arif apabila memilih Cawapres yang memendam hasrat tersembunyi (pemerintahan akan labil /tidak stabil). Bibit kelemah lain dari Partai Demokrat adalah "SBY CENTRIS".Ini hanya akan melahirkan Parpol yang BERWAJAH GANDA. Wajah SEKARANG BERHASIL dan WAJAH kedepannya GAGAL. Investasi ORGANIK politik SBY (Anak SBY) di tubuh DEMOKRAT masih MEMBUTUHKAN PERHATIAN dan masih belum bisa MEMBERIKAN PERHATIAN/diandalkan dalam waktu dekat). Kita tahu KARBITISASI terhadap kader organik dengan cara membombardir politik INENTIFIKASI dan plotik OTENTIFIKASI akan semakin tidak mudah kedepan.
Budiono sebagai kader independen sesungguhnya sudah bukan hanya menjadi EKONOM KAMPUS tetapi lebih jauh telah menjadi EKONOM KAMPUNG. Maksudnya, Ekonom KAMPUS makanannyanya bukan BUKU dan tawarannya bukan BUKU pula pada bangsa yang sedang SAKAW ini. Tetapi lebih jauh ia akan mampu menawarkan/memberikan MAKAN/NASI.Inilah esensi dari EKONOM KAMPUNG. Pengalaman di birokrasi pada jaman Megawati dan SBY rasa-rasanya akan dapat menjadi MODAL-MODEL-MODUL serta MODUS bagi Budiono dalam posisinya sebagai Wapres. Sangat dimungkinkan SBY akan berkata "Pak Budiono....negara,membutuhkan anda dan saya harap anda mau bergabung untuk bersama saya memrintah negara ini" .Kurang lebih demikianlah, seperti beberapa kalimat penting yang pernah di ucap SBY ketika bertemu Budiono bandara Sukarno Hatta suatu ketika. Dan apa yang terjadi ?, Budiono MELULUSKAN ajakan/haparam/ajakan SBY, hati BUDIONO "LULUH" dan harapan SBYpun "LULUS". Adakah ini akan terulang?,dimana,kapan??.Hanya mereka berdua yang tahu.
Memilih dan menentujkan Cawapres di tengah KRITIK dan KRISIS sumberdaya yang " JAUH DARI KONFLIK" sama sulitnya dengan bersahabat dengan sumber daya "dekat dengan konflik".
Memilih dan menentukan Budiono sebagai Cawapres SBY merupakan inikator :
-SBY tidak di atur/takluk pada kemauan Parpol (SBY terpilih bukan karena Parpol/tetapi karena rakyat-terpilihnya SBY 2004 bukanlah karena kontribusi PARPOL,tetapi RAKYAT yang telah MUAK terhadap Parpol). Dukungan parpol penting tetapi (prasyarat) tetapi bukan SYARAT UTAMA terpilih menjadi Presiden (apalagi menjadi Presiden yang kuat). Karena PANAS dingin suhu poltik yang mendera parpol-parp[ol ini akan pula membuat Presiden akan PANAS-DINGI dan bisa-bisa NAIK-TURUN.
- SBY percaya diri (NYALI BESAR),percaya pula kalau sistem koalisi benas matang dan tidak setengah matang.
Langkah memilih BUdiono baru dapat dikatakan efektif bila Parpol-parpol TELAH DI IKAT dengan komitmen tertulis, dan bagi partai yang hanya mau diikat tangannya di kawatirnkan kedepan akan "MENENDANG" di tengan lapangan.
- SBY akan menjadi king maker koalisi "The Big King" dan menjadikan/menjinakkan Parpol pengusung menjadi "The Little King". Tepatnya biarkan Parpol ini bermain dalam KANDANG MAS (kandang tapi terbuat dari MAS).
- SBY menemp-atkan dirinya pada posisi DIHARGAI bukai di CURIGAI. Bagaimana tidak di curigai kalau parpol yang mengitari episentrum kekuasan adalah partai dengan label "tertentu". SBY beritikad baik MEYELESAIKAN MASALAH (MENYELESAIKAN MASYALAH TANPA MASALAH).
- SBY telah sukses mempersempit potensi masalah (akibat TERDISPERSI nya parpol-parpol besar menjadi BINTIK-BINTIK Parpol). Karena Parpol-parpol kecil ini sesungguhnya bukanlah parpol hasil MUTASI (parpol yang lahir/pecah menjadi Parpol dengan KODE GENETIK- IDEOLOGI berbeda dari INDUKNYA). Bila ini sukses maka jelas Parpol-parpol pengusung SBY /Koalisi "tempat yang sulit di waktu yang baik". Parpol-parpol kecil yang sibuk BERKELANA di pastikan akan menjadpatkan SANGKAR baru di mana mereka dapat membuang JANGKAR. Membelah konflik papartai-paratai menjadi BELAH SEMANGKA sama pentingnya dengan mempersempit "permasyalahan". Dua KUTUB telah menjelma menjadi DUA KATUB. SBY tidak perlu lagi mengeluarkan DEKRIT (karena ini merupakan "SOFT DECRITE" yang mulus). Ini langkah awal bila yang baik rekonsiliasi (MENANG tanpa ADA YANG HARUS MERASA DIKALAHKAN) atau yang kalah menjadi bagian kemenangan. Ini lah jiwa besar/kebesaran jiwa seorang Jawa. Sehingga Bukan lagi Jawa non JAWA . Kita semua adalah JUARA....Indonesia Juara.....
OLEH:
MAX UMBU
Selasa, 05 Mei 2009
Langganan:
Komentar (Atom)
