SBY KALAH SEBELUM DI KALAH KAN????
Kalimat ini akan menemukan jawabannya sendiri ,tidak akan lama lagi. Mungkinkah SBY kalah dan mengalah dari partai sahabat yang saat ini semakin genjar meneror SBY dengan kalimatnya sendiri (senjata makan tuam)??. Ada pepatah bijak :
" KEKALAHAN PERTAMA AKAN SELALU DI IKUTI KEKALAHAN KEDUA" (MAX UMBU). Hanya masalah waktu kekelahan kedua akan muncul dan oleh siapa serta karena apa. Dan "KEMENANGAN KEDUA ADALAH MODAL BAGI KEMENANGAN KETIGA "(MAX UMBU). Bila saja SBY mngelah maka ini akan memberi senagat dan anguin bagi seteru SBY untuk mengalahkan SBY di gelanggang plolitik sesungguhnya. Benarkah pepatah yang merngatakan "Untuk mengalahkan lawan maka berahabatlah dengan lawan agar kau tahu apa maunya lawan". Bersahabatlah dengan tikus agar kautahu apa maunya tikus. Ada kisah lain yang dapat di gunakan untuk mwenjekaskan fenomenaini???, Ada. Ingat kisah SAMSON dan DELILA????. Apa yang dilakukan Delila terhadap jantung hatinya si Smamson ketika ia asik tidur lelap setelah bercinta semalam suntuk?????. Si Sampor terkulai takberdaya ketika DELILAH berempuan bERTULANG LUNAK dan berkulit halus itu mampu member daya SAMSON di tengah malam buta, Si Delilah dengan hanya bermodal pisau cukur kecil yang sesungguhnya dapat di;lumatkan SAMMSON ,.Delila mencukur habis/botak kepala samson.
KIta yakin pertarungan SBY dengan partai sahabat yang ogah mengalah dan cari perhatian ini akan jauh lebih menyulitkan bagi SBY dan partai DEMOKRAT. Injuri time, semakin memberi nilai pada setiap kata dan perbuatan, Injury time berbalut nyali dan coba-coba hanya akan memaerkan kelemahan di mata musuh......SADAR...SADAR....
OLEH
MAX UMBU
Selasa, 12 Mei 2009
SBY NAIK KUDA LUMPING=MAKAN BELING
PARTAI DEMOKRAT (SBY) SEDANG BERMAIN KUDA LUMPING
MAKAN PECAH BELING (partai koalisis=sahat)
Statement Sayuti dari PAN yang mengandaikan Partai Demokrat sedang BERMAIN/NAIK KUDA LUMPING,memecah-mecah partai sahabat dan akhirnya di makan sungguh ucapan pedas dan terkesan berani. Yakin,perasaan seperti ini telah lama terpendam, Namun anrkdot itu masih terlalu sulit untuk dapat di mengerti oleh telinga para awam politik. Mungkin yang sebanding dengan itu :
Partau Demokrat sedang MEMECAH-MECAH ROTI.Statemen ini tercucap ketika Sayuti di wawancara RRI PRo3 pagi. Lebih lanjut Sayuti menyangkan sikap partai-patai (SBY) MEMARKIR PARTAI DI DEPAN PINTU PENGNGHARAN, namun apa daya yang terparkir di cuwekin.
Tampak kalau partai PAN dan PKS sedang mengidap kegalauan yang beberapa hari lalau juga menjangkiti koalisi besar (JUMBO). Persaingan terselubung di antara partai sahabat demokrat tampaknya semakin hari semakin nyata/ Tidak kalah seru MAx Sopacua pun menimpali statemen Sayuti dan Fahri Hamzah dari PKS . Fahri Hamzah secara blak-balakan menuding SBY tidak konsisten terhadap syatar cawapres yang telah ia susun sendiri.Terutama 2 syarat terakhir.
Sesungguhnya partai nini berusaha menjebak SBY namun akhirnya malah terjebak sendiri karena kebodohan sendiri. Kita tahu kalau SBY sangat memfafotitkan angka sembilan. Mungkin kita ingat bagaimana peristiwa penting sebisa mungkin di atur agar jatuh pada angka sembilan.Mulai dari Pemilu,Tim sembilan,tanggal lahir,hari ulatah demokrat dst. Namun sayang seribu sayang Partai sahabat kurang selektif dan sadar .HKarena untuk cawapres SBY mengkoleksi 19 nama. Sekali lagi SEMBILAN.SBY tidak salah memang sembilan ,tapi ada anggaka satu ,yah satu itu di tentukan SBY. Kbar santer dan pengakuan Fahri hamzah yang menyatakan kalau Anas urbaningrum telah menginformasikan kalau Budiono yang enjadi pilihan SBY,membuat paratai sahabat tampak BERANG. Padahal masyarakat luas tahu dan menyaksikan sendiri statemen petinggi partai PKS yang menyatakan kalau penentuan CAWAPRES adalah hak prerogatif SBY,lah, lalu mengapa dan karena apa sekarang PKS dan PAN malah kebakaran jenggot??. Ketika ditanya apakah sikap PKS dan PAN terkait calaonnya yang terkena eliminasi???malah di jawab bukan. Yang dikehendaki agar komunikasi lancar dan prosedurnya di perbaiki. Nada kecaman dan ancaman dari 2 partai sahabat ini semakin membuat Max Sopacua terpojok. Yah lkalau begitu kalau mau malam ini bisa kita adakan pertemuan dan pertanyaan dan keberatan itu bisa di sampaikan secara langsung di depan para petinghgi. JAwabab ini kembali tidak memuaskan FAhri dan Sayuti. Ini sudah terlambat,walaupun Andi malarangeng mengatakan >semuanya belum ditanda tangani/ alis masih bisa berubah.
Setahu saya di lapangan hijau kita kenal MARADONA,Zico dan pele dan bahkan generasi sekarang ada Ronaldo dan ronaldino yang mahir mengocek bola di lapngan. Tapi sungguh cantik nian bagaimana partai demokrat mengkocek bola politik di sekitasnya memecah pertahanan dan konsentrasi lawan. Kita perlu akui ini kejadian langka,karena di butukan kemahir khusus untuk mengecoh partai-partai lainnya. Kemahiran Demokrat dan SBY ini belum ada taranya dalam politik Indonesia. Kocekan ini tidak terlihat namun terassa sampai ubun-ubun,meninabobokan/ Bermodalkan kesantunan dan bukan kejantanan semata ,SBY mampu menjinakkan beruang dan macan-macan kecil diseskitarnya.
Apa yang terjadi hari ini, seakan partai sahabat ini sedang telah mulai mengancam walaupun hanya dengan gertakan semata. PArtai/macan dan beruang kecil yang ditimang-timang ini entah kena[pa secara spartan NEKAD mengata-ngatai parati demokrat.Macan dan si beruang kecil tumbuh gigi. Ada apa gerangan???Ataukan ada yang meminjamkan kuku dan gigi palsu???. Mampuklan tudingan dan gertakan partai sahabat MENGURUNG niat SBY yang terkenal kukuh [pendirian??? Mari kita saksikan,dan yang pasti SBY punya kalkulasi sendiri,kepentingan bangsa dan negara dan NKRI jauh-kauh lebih dari kepentingan PAN dan PKS......
OLEH:
MAX UMBU
MAKAN PECAH BELING (partai koalisis=sahat)
Statement Sayuti dari PAN yang mengandaikan Partai Demokrat sedang BERMAIN/NAIK KUDA LUMPING,memecah-mecah partai sahabat dan akhirnya di makan sungguh ucapan pedas dan terkesan berani. Yakin,perasaan seperti ini telah lama terpendam, Namun anrkdot itu masih terlalu sulit untuk dapat di mengerti oleh telinga para awam politik. Mungkin yang sebanding dengan itu :
Partau Demokrat sedang MEMECAH-MECAH ROTI.Statemen ini tercucap ketika Sayuti di wawancara RRI PRo3 pagi. Lebih lanjut Sayuti menyangkan sikap partai-patai (SBY) MEMARKIR PARTAI DI DEPAN PINTU PENGNGHARAN, namun apa daya yang terparkir di cuwekin.
Tampak kalau partai PAN dan PKS sedang mengidap kegalauan yang beberapa hari lalau juga menjangkiti koalisi besar (JUMBO). Persaingan terselubung di antara partai sahabat demokrat tampaknya semakin hari semakin nyata/ Tidak kalah seru MAx Sopacua pun menimpali statemen Sayuti dan Fahri Hamzah dari PKS . Fahri Hamzah secara blak-balakan menuding SBY tidak konsisten terhadap syatar cawapres yang telah ia susun sendiri.Terutama 2 syarat terakhir.
Sesungguhnya partai nini berusaha menjebak SBY namun akhirnya malah terjebak sendiri karena kebodohan sendiri. Kita tahu kalau SBY sangat memfafotitkan angka sembilan. Mungkin kita ingat bagaimana peristiwa penting sebisa mungkin di atur agar jatuh pada angka sembilan.Mulai dari Pemilu,Tim sembilan,tanggal lahir,hari ulatah demokrat dst. Namun sayang seribu sayang Partai sahabat kurang selektif dan sadar .HKarena untuk cawapres SBY mengkoleksi 19 nama. Sekali lagi SEMBILAN.SBY tidak salah memang sembilan ,tapi ada anggaka satu ,yah satu itu di tentukan SBY. Kbar santer dan pengakuan Fahri hamzah yang menyatakan kalau Anas urbaningrum telah menginformasikan kalau Budiono yang enjadi pilihan SBY,membuat paratai sahabat tampak BERANG. Padahal masyarakat luas tahu dan menyaksikan sendiri statemen petinggi partai PKS yang menyatakan kalau penentuan CAWAPRES adalah hak prerogatif SBY,lah, lalu mengapa dan karena apa sekarang PKS dan PAN malah kebakaran jenggot??. Ketika ditanya apakah sikap PKS dan PAN terkait calaonnya yang terkena eliminasi???malah di jawab bukan. Yang dikehendaki agar komunikasi lancar dan prosedurnya di perbaiki. Nada kecaman dan ancaman dari 2 partai sahabat ini semakin membuat Max Sopacua terpojok. Yah lkalau begitu kalau mau malam ini bisa kita adakan pertemuan dan pertanyaan dan keberatan itu bisa di sampaikan secara langsung di depan para petinghgi. JAwabab ini kembali tidak memuaskan FAhri dan Sayuti. Ini sudah terlambat,walaupun Andi malarangeng mengatakan >semuanya belum ditanda tangani/ alis masih bisa berubah.
Setahu saya di lapangan hijau kita kenal MARADONA,Zico dan pele dan bahkan generasi sekarang ada Ronaldo dan ronaldino yang mahir mengocek bola di lapngan. Tapi sungguh cantik nian bagaimana partai demokrat mengkocek bola politik di sekitasnya memecah pertahanan dan konsentrasi lawan. Kita perlu akui ini kejadian langka,karena di butukan kemahir khusus untuk mengecoh partai-partai lainnya. Kemahiran Demokrat dan SBY ini belum ada taranya dalam politik Indonesia. Kocekan ini tidak terlihat namun terassa sampai ubun-ubun,meninabobokan/ Bermodalkan kesantunan dan bukan kejantanan semata ,SBY mampu menjinakkan beruang dan macan-macan kecil diseskitarnya.
Apa yang terjadi hari ini, seakan partai sahabat ini sedang telah mulai mengancam walaupun hanya dengan gertakan semata. PArtai/macan dan beruang kecil yang ditimang-timang ini entah kena[pa secara spartan NEKAD mengata-ngatai parati demokrat.Macan dan si beruang kecil tumbuh gigi. Ada apa gerangan???Ataukan ada yang meminjamkan kuku dan gigi palsu???. Mampuklan tudingan dan gertakan partai sahabat MENGURUNG niat SBY yang terkenal kukuh [pendirian??? Mari kita saksikan,dan yang pasti SBY punya kalkulasi sendiri,kepentingan bangsa dan negara dan NKRI jauh-kauh lebih dari kepentingan PAN dan PKS......
OLEH:
MAX UMBU
Langganan:
Komentar (Atom)
