CAPRES-CAWAPRES (PETA BUTA)
Apa yang sedang kita saksikan kini tidak lain PETA BUTA politik
Sajian menu pembuka perhelatan PILPRES 2009,benar-benar sudah merupakan sajian menu politikk yang benar-benar membuat para politikus mabuk kepayan,terlebih bagi pemburu kekuasaan,dan yang anehnya para simpatisan ikut mabuk-mabukan (diajak berpesta pora di pesta politik TANPA JUDUL?).Jebak menjebak,sindir menyindir,ancam mengancam,teriakan-teriakan,air mata dan kepalan tangan seakan tidak membuat PETA PERPOLITIKAN NASIONAL menjadi TERANG BENDERANG ,tapi malah kembali KABUR karena terlalu syarat dengan makna,makna interpretatif yang terlau berat/terlalu canggih bagi si kurus (kurang gizi-si penderita KKP).Mata si miskin hanya bisa MELOTOT namun dengan mulut tetap terkatup lemas sembari terus berdoa siapa gerangan sang pemimpin yang rela MENGAMBIL RESIKO PERUTnya,rela menanggung beban sibiaya sekolah si Upic yang harus sekolah naik-turun gunung.
Tarikan-tarik garis tegas di setiap garis kontur peta politik ini sudah membutakan masa depannya. Ia mencari DIMANA KEBUTUHANNYA di PETA BUTA itu namun apa yang terjadi???. Ia tersesat karena ternya PETA itu tidak jelasd UTARA selatannya dan tidak jelas pula timur baratnya.Keputusannya lebih baik ia membungkus semua harapannya.Biar kugendong sendiri harapanku.
Kisah si penderita KKP ini,tentu tidak jauh ,juga sedang menghinggapi hampir seluruh masyarakat kita. Bicara politik,keputusan politik,bicara keinginan politik anda harus diam. Bicara KUASA milik kami dan bicara PUASA untuk KAMU. Memang kepuasan alamatnya bukan pada peta buta.
Manuver Hatta Rajasa menemui Megawati, membuat mulut sebagian pelakon politik menganga,apagerangan yang akan terjadi??.Adakah yang merasa di tendang,tersingkir??,cemburu dan cemberut???.
Mungkinkah Hatta mampu membuat PETA BUTA politik menjadi PETA KEBUTUHAN RAKYAT yang sesungguhnya???. Yah. Esensinya KEBUTUHAN Bangsa dan negara (rakyat) harus menjadi TITIK KOORDINAT yang dapat memberikan /titik temu bagi semaksimal kepentingan kemaslahatan Bangasa.
OLEH:
MAX UMBU
Kamis, 07 Mei 2009
Langganan:
Komentar (Atom)
