CAPRES-CAWAPRES "" NEOLIB vs NYULAP ""
Penetapan Budiono sebagai pendamping SBY, jagat perpolitikan Nasional kembali dihentakkan oleh suatu pencitraan buruk (?),pencitraan seakan menyalib citra positif yang selama ini sudah sekian lama di tambang oleh SBY. Apakah citra positif itu akhirnya juga akan tumbang di tengan gempuran.pencitraan yang tampak secara terfokus dialamatkan pada seorang figur Budiono??. Kita tahu kalau Budiono merupakan figur yang kaya FITUR,formulasi ekonomi/ekonometri sebagai keahliannya sedang mendapat ujian. Ujian yang akan dikaji dengan cita rasa indonesia. Akankah ilmu ekonometrinya yang selama ini menjadi jembatan kepentingan indonesia dengan dunialain (barat) harus ia yanggalkan.Haruskah idealisme keilmuwan /pakar ekonomi yang dibesarkan oleh remah-remah liberalisasi/ Pencitraan antek-antek Neolib yang di personifikasikan dengan diri seorang Budiono, mengasndung manfaat (koreksi) dan warning dan evaluasi mendasar terhadap langkah/kebijakan pemerintah selama ini.
Stratery mengawinkan Neolib dengan Neososialisme akan menjadi kajian menarik kedepan. Fakta bagaimana Cina dan Sovyet mengelola dan menumpuk pundi0pundi devisa seakan menjadi daya pikat bagi negara-negara yang kehilangan arah bagaimana seharusnya mengelola ekonomi negara dan rakyatnya.
Yang jelas tidak ada suatu modul dan modus ekoni mana pun yang akan bisa MENYULAP ekonomi rakyat dan negara tanpa DASAR dan ARAH yang jelas dari mesin ekonomi. Bangsa-bangsa didunia sedang terjebak pada pada suatu suber daya baru "SUMBER DAYA UANG uang bekerja untuk kita" .Model ekonomi/modus pengelolaan yang di anut suatu negara berimplikasi pada posisi /garis edar bangsa itu ditengah arus besar ekonmi yang tengah di anut mayoritas masyarakan ekonomi dunia ,yang lebih kuat daya isap dan daya tariknya. Daya tarik/tekan/paksa arus ekonomi itu merupakan suatu suatu rantai makanan dan jaring kehidupan ekonomi yang lebih kuat,berkuasa.Pengingkaran terhadap suatu kemapanan sama saja menuai badai isolasi/penyingkiran suatu negara dari komunitas yang telah setia/taat membina selera ekonomi mereka.
Yang paling pentimng dan jauh lebih esensial dari pada sekedar NEOLIB adalah bagaimana kita mengidentifikasi mana kawan dan mana lawan dan bila perlu mana guru/contoh dan tailadan bangsa kita.Karakter sutu bentuk ekonomi "NEOLIB" yang mendewakan pasar (pasar/market bebas-persaingan bebas) tentunya bukanlah karakter ekonimi bangsa kita,sifat dan potensi bangsa kita memiliki sifat yang bertolak belakang dengan bentuk ekonomi sperti itu. Bentuk ekonomi yang mengharapkan adanya denyut positif itu,sesungguhnya katalain dari "denyut nafas rakyat bagai mana denyut pasar global" . Apayang dinamakan rencana pembangunan jangka menengah atau pun janggka panjang jelas akan menjadi antitesisnya. Contoh khas dan nyata bagaimana kita saksikan para anggota DPR dan perwakilan pemerintah melakukan lobi=lobi untuk menalaukan apa yang dinaman MENYELAMATKAN APBN,MENAMBAL BOLONGNYA pos-pos tertentu akibat diterpa vibrasi ekonomi yang tak beraturan// Memang disinilan ekonometri akan menemukan arti pentingnya/ Ramalan,prediksi.forecasrting yang tidak jarang membuat optimisme dan pesimisme tiddada sekat pembatas yang jelaslagi. Denyut ekonomi sudah seperti denyut jantung,semakin tidak sehat beberapa faktor penting penentu kesehatan ekonomi maka akan membuat vibrasi semakin berdenyut kencang,dan bisa bisa stroke. Ecostroke.
Yang jelas Neolib saat tersekap di antara TABU,TUBA dan BATU. Jelas pula bagaimana syair ekomi Neolib itu kita lagukan kalau jiwa dan semangatnya terlahir dari rahim ekomi dan budaya bangsa lain/ Ini yang perlu kita renungkan. Kitapun tau kalau didalam tantang terkandung bibit peluang,yah NEOLIB dengan tantangan,pantangan dan keuntungannya sendiri-sendiri. Saya akan nlebih yakin syair dengan melodi indah itu akan akan lebih mampu membuat saya bisa melupkan sejenak penat saya dari kerja.pacul dan menbcabut rumput di sawah tadi siang. Mudsah mudah=mudsah tidak ada yang bermimpi disiang bolong///// Akhirnya kebijakanlan yang lahir dari hati yangluruslah yang akan mampu membawa bangsa ini kejalan yang lurus.Luirus dan lurus...
OLEH
MAX UMBU
Senin, 18 Mei 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar