Senin, 25 Mei 2009

PULP ALTERNATIF WAJAH LAIN EKONOMI KERAKYATAN

PULP ALTERNATIF
WAJAH LAIN EKONOMI KERAKYATAN

Oleh :


MAX UMBU
Program ini dasarnya prokerakyatan,bermodal kesantunan dan kebaikan rakyat maka pembanunan ekonomi bangsa dan negara harus dilakukan secepat dan setepat mungkin dan itu jauh lebih baik.

Ketika kubu MEGAPRO bicara dan melontarkan program ekonomi "doble digit" maka publik dan beberapa pesaing mereka utamanya para kandidat capres dan cawapres mendadak sontak menggeleng-gelengkan kepala. Tidak masuk akal,paling tidak begitulah yang ada dalam benak para politikus dan sangat mungkin juga para ekonom di tanah air. Mana mungkin dalam kondisi dunia sedang dirundung kemalanagan moneter dan krisis harga minyak yang seakan tidak mau dijinakkan, masih ada orang yang melontarkan gagasan/ide aneh. Yang menjadi pertanyaan ,apakah yang aneh dan tidak masuk di akal dari program itu/. Ini akan menjadi kajian ilmiah dan praktis dari para ekonom (berlabel Liberal dan sedikit ekonom prokerakyatan yang masih yakin kalau itu mungkin dan tidak terbesit sedikit keraguanpun akan hal itu).

Mungkinkah DOUBLE DIGIT menjadi DOUBT-ABLE DIGIT ?? Yah, keraguan dan kehawatiran yang berlipat itulah justru yang melahirkan kreativitas maksimal dalam melahirkan jalan keluar dari krisis. Jalan keluar yang semestinya tidak hanya dalam kerangka kutak-katik katuk tanpa penobang sumberdaya yang jelas.

Megapro tampaknya amat sangat yakin PENYEBARAN resiko kredit/dana pinjaman/dana APBN akan jauh menurunkan tingkat resiko usaha. Diatambah resiko usaha mikro kecil dan UKM yang jelas secara faktawi benar-benar telah mampu membuktikan kalau skala usaha ini IMUMNITASnya terhadap krisis jauh lebih berdaya tahan.

Kreativitas reposisi dana pembangunan dan kredit tampajknya telah mencapai titik jenuh, dan karena itu perlu di topang oleh sumber daya manusia dan skala usaha yang lebih imun. Sesungguhnya prinsip penyebaran tingkat resiko dana sperti diperbankan sampai saat ini masih dipegang teguh. Penyebarang/spreading dana yang enggan melakukan ekspansi secara susngguh-sungguh ke dunia usaha kecil merupakan indikator masih tingginya daya pikat pasar uang. Uang bekerja buat kita. Jelas kalau cara ini pengusaha besar akan merasa tersindir dan musuh laten sedang tidur di kasur bersama mereka. Kebangkitan ekonomi kerakyatan ibarat hantu yang setiap saat siaga menggenggam pisau SUNAT,yang akan menyunat keuntungan mereka. Tetapi bila saja para pengusaha bijak dan tidak terbisa dengan stimulasi bisnis yang di topang oleh budaya koncoisme, maka mereka harusnya gembira,ada semangat baru yang terbit dari bawah yang sebentar lagi akam mampu menjadi sinar pembawa kehidupan.

Putusnya rtantai kehidupan dan jaring makanan dalam dunia bisnis ini akibat introduksi dan invasi kebijakan yang berpihak pada pengusaha besar/liberal. Kita tidak seharusnya mengundang macan datang kerumah kita.Macan bisnis bebas bergentayangan di pasar dalam negeri. Pertumbuhan yang kamuflatif yang menghiasai angka pertumbuhan merokot dengan cepat namun ambruk dengan cepat pula.

Hal di ats merupakan biangkerok penyebab gagalnya SBY-JK untuk smentara ini (3 bulan trakhir) belum bisa memenuhi program pencapaian TINGKAT PERTUMBUHAN EKONOMI 9 % ,sesuai dengan apa yang belaiau berdua idamkan di waktu masa kampanye pilpres 2004. Pertumbuhan ekonomi yang masih merayap pada posisi 4,5 % di injury time masa kepemerintahan SBY-JK membuat pasangan ini telah menciptakan UTANG POLITIK sebesar 2,5 % ekuivalen Angka pertumbuhan ekonomi Nasional.Asumsi setiap penyerapan 500.000 tenaga kerja baru terjadi peningkatan 1 % pertumbuhan ekonomi nasional maka ini berarti ada utang pilitik kepada para pekerja/buruh sejumlah 250.000 calon pekerja.buruh/lulusan perguaruan tinggi yang batal menjadi tenaga kerja baru. 250.000 pekerja dengan UMP minimum rata-rata Rp.500.000 per bulan di kalikan dengan bulan tersisa.Bila saja tingkat pertumbuhan ekonomi nasional dapat di capai setiap tahun ini sebesar 9 % sesuai jannji maka 1,8 juta pekerja baru dapat diserap.Penganggur akan tuntas dan lenyap dari bumi indonesia.
satu juta deplapan ratus (1,8 juta calon pekerja itu) dana/gaji mereka telah berpindah tangan/dompet ke programram prokerakyatan ala SBY-JK (BLT,PNPM dll). Inilah yang membuat kecemburuan di lapisan masyarakat.Sementara stimulasi terhadap kaum miskin ini lenyap diterkam konsumersisme yang terus menantang ekonomi ke;luarga miskin ini.Imbas berantainya tidak tampak, dan lenyap ditelan kebutuhan akan BBM,listrik ,minyak goreng dan beberapa kebnutuhan konsumsi rakyat lainnya. Dana ini tidak berbiak.Tetapi secara umum pemerintah/negara menimba keuntungan karena secara kumulatif dapat mengucurkan dana untuk dapat menimba pertumbuhan dan inflasi yang sehat secara general/makro.

Program pulp alternatif ini mendapat momentumnya ketika posisi ekonomikita dipertanyakan,ketika krisis moter dan gejolak harga BBM seakan tiada mungkin menjinakkannya. Begitu pula berasamaan dengan dengan ;lahirnya kesadaran global akan pemanasan bumi dan mencairnya es di kutub. Moratorium hutan di satu sisi dan kebutuhan akan pulp yang tiada hentinya terus meningkat dari waktu-kewaktu.

Kompensasi atas program Global warming sangat mungkin apabila secara baik potensi ini diperjuangkan. Potensi hasil pulp nasional yang masih berkisar di angka 15 juta ton pertahun dan menurunnya produksi ,serta kapasitas produksi mesin yang tetap saja nganggur membuat program ini dapat di jadikan salah salu COMPLEMENTARY SOLUTION.

Jumlah penduduk kita yang lebih dari 200 juta ini merupakan potensi terpendam,Dan bila ini dapat digerakkan secara serentak dengan apa yang dinamakan GERAKAN NASIOAL, maka pulp sebesar 15 juta ton hanya dalam waktu singkat di produksi. 3-6 bulan kita telah mampu keluar dari krisis dengan tetap menggenggam akngka pertumbuhan ekonomi double digit. Yang jelas NO DOUBT TO DIG and DIG .


LATARBELAKANG MASALAH :
1. Dari sisi permintaan : Terjadi peningkatan permintaan pulp secara kuantitas dan kualitas
- Terjadinya peningkatan kebutuhan kertas lokal maupun dunia
- Tumbuh pesatnya industri pengguna bahan baku pulp (kertas,plastik dll)
- Kelangkaan energi memicu kebutuhan pulp sebagai bahan baku energi alternatif (energi biomasa)
,etanol,metanol ,gula,stirofom dll
- Pertumbuhan media cetak tulis
- Pembangunan fisik dengan bahan baku kayu dan pulp
-
2. Dari sisi ketersediaan/produksi “:
- Menyusutnya lahan produksi dan hutan alam secara pasti
- Pemanasan Global yang mengisyaratkan penghentian penebangan hutan kayu.
- Kesadaran global akan arti penting hutan sebagai paparu-paru dunia,menekan ketersediaan pulp
- Pertumbuhan areal hutan alam, produksi dan HTI yang amat lambat.
- Penangan lahan kritis yang belum efektif (GNRHL).
- Munculnya konpensasi global atas pelestarian hutan /moratorium ,menurunkan produksi pulp.
- Belum ditemukannya sumber bahan baku pulp baru yang dapat dianggap ekonomis,mudah,mu
Murah dan denghan laju produksi yang dapat paling tidak mengimbangi produksi pulp dari hutan kayu.
- Menurunnya kesadaran akan atri penting hutan/kayu
- Kurangnya apresisi pemerintah dan swasta terhadap usaha produksi dan pelestarian hutan/kayu.
- Mandeknya usaha penelitian dalam rangka mencari sumber bahan baku pulp alternatif sebagai akibat dari kurangnya stimulasi dana penelitian dan keengganan swasta berinvestasi di bidang R&D .

Sadar akan masalah itu kami telah melakukan usaha p[enelitian dalam rangka menemukan sumber bahan baku pulp alternatif yang secara ekonomis (kualitas dan kuantitas) dapat bersaing dan lebih dari kemampuan hutan alam atau hutan produktif memproduksi pulp.
Usaha penelitian yang telah dilakukan sejak 2001, memberikan sinyal positif. Alternatif pulp telah kami temukan dengan segala kelebihannya,bila dibandingkan dengan usaha produksi pulp dari cara tradisional (lama).
Semakin meninghkatnya sisi permintaan lokal/internasional memberi angin segar bagi usaha produksi pulp alternatif ini. Beberapa kelebihannya sbb:
1. Tidak membutuhkan lahan luas (karena bukan lahan terbuka).
2. Guna memacu produksi digunakan konsep VOLUME RUANG PRODUKSI
3. Tidak membutuhkan itensitas sinar matahari sebagaimana layaknya hutan kayu.
4. Alat bantu produksi dari limbah kota/limbah rumah tangga yang tersedia dan tersebar luas di seluruh Indonesia.
5. Tidak membutuhkan modal besar (finasial) kecuali ketelatenan
6. Tidak menyita waktu pekerjaan utama karena ini dilakukan sebagai pekerjaan sampingan tapi dengan hasil utama.
7. Ecofriendly (ramah lingkungan),karena hbahan bakunya dapat pula dengan memanfaatkan limbah rumah tangga,kota yang selalu tersedia dan semakin cukup.
8. Laju produksi pulp alter natif adalah dalam satuan hari dan bukan tahunan (dio atas 7 tahunan), sehingga dapat dipanen dalam waktu yang amat singkat
9. Manfaat produksi akan dapat diperoleh/terima dalam waktu amat sangat singkat (hari).
10. Dapat dikerjakan oleh produsen dari usia 5 tahun s/d 70 tahun. Artinya : usia produsen/pengusaha/pekerja bukan menjadi faktor pembatas.
11. Pertumbuhan/produksi melaju secara kuadratik (berkelipatan dari hari kehari).
12. Kapasitas produksi tidak terbatas.
13. Proses produksi /penanaman dapat dilakukan di rumah (home industri)-mikro s/d makro.
14. Kualitas bahan baku pulp alternatif jauh di atas kualitas bahan baku tradisional/kayu.
15. Memecah kebuntuan pengusaha kecil yang ingin berinvestasi dalam industri pulp,karena modal akan amat sangat kecil (memacu pertumbuhan industriawan pulp baru).
16. Alat bantu produksi pulp amat sangat sederhana tanpa melibatkan mesin pemotong,cheaping,pulping dst,karena yang diperoleh adalah hasil akhir bahan baku pulp alternatif murni (kualitas tinggi).
17. Tenaga pekerja produksi/pengusaha tidak di haruskan berpendidikan tinggi.
18. Hasil samping (by product) sebagai bahan baku pup-uk cair organik.
19. Produk pulp alternatif adalah bahan baku siap pakai untuk produksi plastik, benang rayon,poliester,selulosa asetat (bahan baku penyaring air),serat optik,PCB,etanol,metanol (BBM),gula,kertas kualitas tinggi,coating,cat,CMC (Carboxy methyl cellulose) yang berfungsi dalam pembuatan pengental makanan dan minuman,industri sabun dan kosmetik,industri membrane speaker, kertas pembalut luka bakar, obat /aditif anti gemuk (over weight), pemporan minyak bumi ,cassing sosis dst.

20. Kelebihan-kelebihan di atas membuat pulp alternatif ini menjadi suatu peluang usaha baru yang dapat menerobos kebuntuan industri pulp (khususnya) dan industri ikutan lainnya. Dampak ekonomisnya amat luas menerobos pembatas/faktor-faktor pembatas tradisional bisnis yang biasanya terlalu dipenuhi syarat yang amat sulit untuk di penuhi pengusaha dan apalagi masyarakat dengan tingkat ekonomi lemah.

Kondisi ekonomi dunia yang sedang diterpa badai krisis berkepanjangan masih belum memberikan sinyal positif kapan akan berakhir.Sedangkan di tingkat lokal matinya usaha menengah dan besar makin memperparah situasi ekonomi rakyat.

Krisis minyak dunia semakin memperparah roda ekonomi global.Peranan pulp alternatif sebagai bahan baku alternatif produksi metanol/etanol akan merupakan sumbangan besar yang akan memecah kebuntuan. Peneliti Amerika/dunia semakin sadar akan kebntuan ini dan untuk itu yang menjadi PR adalah bagaimana menyiapkan bahan baku daasar metanol/etanol sebagai bahan bakar alternatif pengganti minyak bumi kedewpan akan menjadi titik tumpu pertumbuhan ekonomi yang sehat kedepan.

Permintaan bahan baku pulp uintruk dikonversikan menjadi bahan baku BBM di Amerika dan eropa serta Jepang dipastikan akan meningkat secara pesat seirting dengan ditemukannya ENZYME “Q” yang akan mampu mengkonversi sellulosa menjdi etanol hanya dalam satau tahap reaksi. Tertobosan baru (dikalim oleh salah satu industri Amerika) membawa secercah harapan . Karena itu merangsang pertumbuhan p[roduksi bahan baku pulp (raw mnaterial siap pakai ini) dirasakan amat sangat penting guna menjemput permintaan yang diperkirakan akan membludak di tahun-tahun depan.

Ancang-ancang perlu dikalukan segera mungkin ,demgam bantuan dan penciptaan iklim usaha yang bersifat massal merupakan harapan terbaik untuk menjemput permintaan itu. Pemerintah/penguasa harus segera membuat langkah teroboisan untuk sesegera mungkin membuat semacam GERAKAN NASIOANAL PRODUKSI PULP ALTERNATIF. Untuk tujuan ini di butuhkan perlindungan politis pemerintah dan DPR,sehingga usaha produksi ini dapat dilakukan dalam skala yang lebih besar (massal) untuk dapat menghasilkan Volume produksi dan kualitas yang memadai.

Keuntungan lainnya usaha produksi altertnatif ini akan dapat dijadikan AJUAN/PROGRAM KOMPENSASI dalam rangka CDM (Clean Development Management)/Global warming/Carbon Trade. Dapat di kompensasi pula dengan lalu pertumbuhan penebangan hutan yang dapat dihambat akibat usaha produksi Pulp Alternatif ini.

Usaha produksi ini dapat pula melibatkan anak sekolah SD s/d PT, utamya unruk SD ,hasil produksi dapat membantu biaya sekolah (usaha menerobos beban APBN di sektor pendidikan yahng mencapai 20 %).

Jelasnya Usaha produksi Pulp Alternatif ini memberikan dampak domino/berantai terhadap sektor lainnya.

Pemerintah dan Asosiasi yang akan dibentuk dikemuadian hari harus mampu menciptakan semacam badan penyangga harga (proteksi),sehingga cita-cita menjadikan Indonesaia sebagai LAUTAN PULP atau Lautan SELULOSA DUNIA akan dapat di capai secepat mungkin.

Inilah pengejawantahan yang rasional dari apa yang dinamakan ekonomi kerakyatan yang bertumpu pada kakai sendiri dalam rangka menciptakan kemandirian bangsa dan negara.



Oleh
MAX UMBU

Tidak ada komentar: